6 Langkah dan Proses SEO website yang umum dilakukan

6 Proses SEO website yang paling umum dipraktekan oleh praktisi SEO berpengalaman. Ikuti dan rasakan impactnya pada ranking website.

Tahapan dan Proses SEO website

Semua praktisi SEO sepakat bahwa proses SEO itu panjang dan tidak bisa dilakukan dalam semalam dan kita lihat hasilnya esok hari.

SEO membutuhkan proses yang cukup panjang.

Karena proses SEO banyak dan panjang sehingga membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit. Baik dari sisi waktu, tenaga, uang dan sumber daya yang lainnya.

Mengetahui tahapan dan proses SEO ini menjadi keharusan bagi setiap praktisi SEO yang ingin memulai optimasi website menggunakan teknik SEO.

Nah, bagi anda yang masih bingung tahapan, langkah dan proses SEO yang harus dilewati. Mudah-mudahan beberapa daftar dibawah ini bisa membantu.

Mari kita bahas satu persatu.

1. Riset Keyword

Tahapan pertama yang harus dilakukan sebelum melakukan SEO website adalah mencari kata kunci yang akan kita optimasi.

Kata kunci ibarat jembatan
Kata kunci ibarat jembatan

Proses ini kita sebut dengan riset keyword.

Ini adalah proses mencari kata kunci yang potensial untuk di optimasi. Mulai dari volume pencarian, kompetisi, intent dan model kata kunci. Apakah termasuk kata kunci musiman atau kata kunci evergreen.

Dalam proses riset kata kunci ini, kita bisa menggunakan alat bantu berupa tool riset keyword seperti Google Search Console, Google Keyword Planner, Ahrefs, Keyword Revealer, SEMRush dan tool riset keyword lainnya.

Satu hal yang harus diperhatikan dalam proses SEO yang satu ini, pastikan kata kunci yang dipilih memang layak untuk di optimasi.

2. Analiasa Kompetitor

Setelah memilih kata kunci potensial yang akan di optimasi, selanjutnya kita masuk pada tahapan berikutnya, yakni analisa kompetitor.

Pada langkah ini, kita mencari tahu level persaingan dari kata kunci yang sudah kita pilih sebelumnya. Apakah mampu kita menangkan persaingannya atau tidak.

Selain itu, pertimbangan lainnya adalah apakah kita membutuhkan sumber daya yang bersar untuk optimasinya atau tidak.

Mudah atau sulitnya sebuah kata kunci sebenarnya tergantung pada kemampuan teknis kita serta sumber daya yang di miliki.

Jadi, mudah dan berat akan berbeda bagi setiap orang.

3. Optimasi Technical SEO

Proses SEO berikutnya adalah melakukan optimasi technical SEO.

Sebelum masuk pada tahapan SEO berikutnya, pastikan technical SEO website sudah benar-benar layak untuk di optimasi.

Beberapa hal yang termasuk pada technical SEO adalah ssl, broken link, loading speed, sitemap website, internal links, canonical url dan duplicate content.

Periksa setiap elemen diatas satu persatu, kemudian perbaiki dengan baik hingga memenuhi kaidah SEO terbaru.

4. Cek Usability Website

Selanjutnya pastikan usability dari website. Apakah desain website sudah mobile friendly atau belum. Jika belum, segera ganti desan anda.

Selain itu harus memastikan elemen lain dari website seperti ukuran font, posisi judul, links dan lain sebagainya. Intinya, kita harus memudahkan setiap elemen dari website memberikan efek positif pada pengelaman user.

5. Produksi dan publishing konten

Proses SEO yang kelima adalah mulai menulis artikel dan kemudian menerbitkannya secara rutin dan konsisten di website.

Pastikan juga kualitas artikel yang di tulis dan diterbitkan memang mengikuti kaidah cara menulis artikel SEO yang benar. Karena, konten yang banyak belum cukup untuk memberikan impact positif pada ranking website.

6. Optimasi Onpage

Sebelum masuk pada tahapan yang paling penting dari proses SEO, maka kita harus melakukan optimasi on page terlebih dahulu.

Mulai dari optimasi heading, judul, struktur konten, internal link, table of content, meta deskripsi, url dan lain sebagainya.

Banyak website yang gagal masuk halaman pertama Google karena mereka tidak melakukan optimasi on page ini dengan benar.

Jadi, jangan sampai anda melakukan hal yang sama.

7. Link Building a.k.a SEO Off Page

Nah, setelah proses SEO sebelumnya sudah dilakukan, barulah kita masuk pada tahapan SEO berikutnya, yakni SEO Off Page.

Dalam melakukan SEO Off Page harus selalu selektif dalam memilih tipe dan sumber backlink. Sehingga backlink yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan berdampak pada peningkatan ranking website di Google.

Beberapa ciri backlink berkualitas adalah dipasang di dalam konten, berasal dari website yang memiliki otoritas tinggi, biasanya di tandai dengan metrik pihal ketiga seperti DA/PA maupun DR/UR seperti yang dimiliki Ahrefs.

Mendapatkan backlink tipe ini memang tidak mudah, tapi tetap bisa diperoleh. Salah satunya adalah dengan beli Backlink PBN atau membangun PBN sendiri.

Walaupun sebenarnya biaya buat PBN sendiri jauh lebih besar.

Kesimpulan

Satu hal yang harus dipahami oleh para praktisi SEO pemula, bahwa ranking website di Google tidak di tentukan oleh satu faktor saja.

Ada banyak sekali faktor ranking website yang akan mempengaruhi apakah website berhasil masuk halaman pertama Google atau tidak sama sekali. Ranking website tidak bergantung pada satu faktor saja.

Oleh karenanya, kita harus mengoptimasi semuanya dengan mengikuti tahapan SEO yang sudah kita bahas di halaman ini.

Default image
Hidayat Mundana
Hi. Assalamu'alaikum. Saya Hidayat Mundana. Praktisi SEO sejak 10+ tahun lalu. Suka membaca topik-topik Digital Marketing.
Articles: 41

Leave a Reply