Teknik Memilih Keyword Potensial untuk mendatangkan Pembeli

Baca, pahami dan praktekan teknik memilih keyword potensial untuk mendatangkan pembeli dari Google organik dengan biaya optimasi lebih murah
teknik memilih keyword potensial

Memilih Keyword yang tepat

Seringkali kita gagal masuk halaman pertama Google dan mendapatkan trafik organik dari Google karena salah memilih keyword.

Berharap trafik website ramai karena volume pencariannya ribuan, ternyata tidak kunjung ranking karena level kompetisinya super berat.

Bahkan kadang mungkin sudah berhasil ranking, tapi tidak kunjung ada yang mau membeli produk kita. Karena salah target keyword.

Akhirnya sumber daya yang kita habiskan untuk mengoptimasi webiste agar masuk halaman pertama Google terbuang sia-saia.

Sebenarnya ini terjadi karena 1 kesalahan saja, yaitu salah pilih keyword.

Padahal keyword menjadi pondasi penting dalam proses SEO kita. Salah memilih keyword yang akan kita optimasi, bisa membuat proses SEO yang kita lakukan menjadi gagal total.

Jadi, berhati-hatilah dalam memilih keyword.

Kriteria Keyword yang Layak Optimasi

Kebetulan pada postingan kali ini kami ingin membahasi salah satu teknik memilih keyword potensial agar tidak salah optimasi.

Jika ini dilakukan dengan benar, maka hasilnya akan luar biasa.

Agar makin banyak yang tahu bagaimana cara memilih keyword yang benar dan tepat, mari kita bahas satu persatu.

1. Tetapkan KPI SEO

Langkah awal yang tidak bisa kita lewatkan adalah menentukan KPI SEO.

KPI ini berguna untuk mengukur kinerja SEO sepanjang proses optimasi website yang kita lakukan. Apakah berhasil atau gagal.

Mengetahui KPI SEO akan membantu kita untuk melihat mana tindakan SEO yang berdampak pada ranking dan mana pula yang tidak sama sekali.

Terkait dengan keyword, kita harus menentukan volume pencarian, jumlah keyword dan peringkatnya di Google pencarian.

Pastikan ini semua memenuhi KPI SEO agar tujuan SEO tercapai.

2. Volume Pencarian

Hal yang tidak kalah penting untuk kita pertimbangkan dalam memilih keyword potensial adalah volume pencarian.

Biasanya dihitung dalam satuan bulan.

Sederhananya, semakin tinggi volume pencarian bulanan maka semakin potensial keyword tersebut untuk kita optimasi.

Hanya saja, kadang semakin tinggi volume pencarian semakin berat pula kompetisinya pada hasil pencarian Google.

Jika kompetisi berat, maka semakin kecil peluang kita untuk masuk halaman pertama Google. Kecuali kita punya sumber daya yang mumpuni.

Sumber daya ini bisa berupa pengetahuan, pengalaman, uang, waktu dan tenaga. Sehingga bisa mengalahkan kompetitor.

Inilah yang dimiliki oleh marketplace dan portal berita nasional.

3. Level Kompetisi

Setelah kita mendapatkan kata kunci (keyword) dengan volume pencarian yang ideal (sesuai dengan KPI SEO). Selanjutnya kita harus menganalisa level persaingan keyword tersebut di Google.

Ini langkah penting sebelum proses SEO kita mulai.

Kita harus tahu level kompetisi untuk kata kunci yang akan kita optimasi. Karena ini erat kaitannya dengan sumber daya yang kita butuhkan.

Simpelnya, semakin berat kompetisi maka semakin besar sumber dayanya. Sebaliknya, semakin mudah kompetisi maka semakin sedikit sumber daya yang kita butuhkan untuk optimasi keyword tersebut.

Untuk mengetahui level kompetisi ini biasanya kita butuh tool.

Dan tool SEO yang sering kami gunakan untuk melihat level kompetisi sebuah keyword adalah Ahrefs, tool SEO berbayar.

Jika anda tidak mau mengeluarkan uang untuk membeli tool SEO. Coba gunakan tool SEO gratisan saja, seperti extension Chrome misalnya.

Yang penting kita bisa mengetahui usia domain, profile backlink, otoritas domain dan metrik domain lainnya.

Sehingga kita bisa mengukur kemampuan kita nantinya.

Misalnya dari sisi backlink, apakah kita akan menggunakan Jasa PBN atau Link Press Release atau yang lainnya.

4. Search Intent

Sekarang anda sudah menemukan keyword dengan volume pencarian yang ideal, level kompetisi yang tidak terlalu sulit.

Pertanyaan berikutnya adalah . . .

Apakah search intent keyword tersebut sudah sesuai dengan keyword yang anda targetkan atau tidak. Ini penting untuk kita ketahui.

Search intent adalah niat/motivasi yang melatar-belakangi seseorang menggunakan keyword tertentu untuk menemukan informasi.

Orang yang menggunakan frasa “harga” tentu berbeda motivasinya dengan orang yang mengguna frasa “cara”.

Yang pertama ingin tahu harga produk tertentu, sementara yang kedua ingin tahu cara melakukan sesuatu.

Yang pertama berniat untuk membeli, sementara yang kedua hanya ingin tahu cara melakukan sesuatu. Ini jelas bedanya.

Oleh karenanya, kita harus memastikan keyword yang kita pilih memiliki search intent yang sesuai dengan model bisnis kita.

Kalau kita buka toko online, maka targetkanlah orang-orang yang berniat untuk membeli. Berbeda kalau kita adalah portal berita atau publisher.

5. Evergreen Vs Trending Keyword

Bagian akhir yang harus anda perhatikan untuk kata kunci yang akan kita optimasi adalah umur keywordnya.

Apakah keyword ini hanya musiman (trending) atau jangka panjang.

Karena sesungguhnya, teknik SEO hanya cocok untuk kata kunci yang jangka panjang. Sama sekali tidak cocok untuk keyword trending.

Apalagi trendingnya hanya hitungan hari saja.

Kecuali untuk keyword-keyword musiman yang berbasis tahun, misalnya paket umroh tahun 2022. Mungkin masih layak untuk kita optimasi.

Default image
Hidayat Mundana

Hi. Assalamu'alaikum. Saya Hidayat Mundana. Praktisi SEO sejak 10+ tahun lalu. Suka membaca topik-topik Digital Marketing.

Articles: 41

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.